14 Gaya Interior Rumah yang Paling Populer

Dalam dunia interior, terdapat berbagai macam gaya yang dapat diterapkan. Mulai dari gaya modern, industrial, hingga shabby chic. Kita dapat menyesuaikan gaya pada interior rumah dengan selera kita. Setiap gaya interior memiliki keunikannya masing-masing. Selain menerapkan salah satu gaya, kita juga dapat mengombinasikan interior kita dengan beberapa gaya. Sebelum memulai proyek kita, kenalilah 14 gaya interior rumah yang paling populer berikut ini.

1. Modern


Gaya modern pada interior rumah umumnya mengacu pada rumah yang bersih dan segar. Selain itu, gaya modern umumnya juga menggunakan warna sederhana, didesain dengan, garis-garis tegas, serta menggunakan bahan material seperti baja, kaca, serta logam. Desain interior modern mengutamakan kesederhanaan pada setiap elemennya, termasuk furniture. Tidak heran, interior ini memiliki tampilan yang bersih serta jumlah aksesoris interior yang minim.

2. Kontemporer


Gaya interior modern dan kontemporer seringkali dianggap sama. Padahal, interior kontemporer berbeda dari interior modern. Gaya kontemporer merefleksikan sesuatu yang sesuai pada masa kini. Selain itu, gaya modern umumnya terpaku pada gaya desain yang mulai terkenal pada abad ke-20. Berbeda dengan gaya kontemporer yang lebih fleksibel dan tidak terpaku pada prinsip tertentu. Misalnya saja seperti penggunaan bentuk kurva yang tidak dapat ditemukan pada gaya modern.

3. Minimalis


Konsep minimalis menjadi salah satu konsep yang terkenal dalam dunia properti. Perlu diingat, interior rumah minimalis berbeda dengan interior rumah modern. Pada interior minimalis, digunakan warna-warna yang cerah dan halus. Peralatan-peralatan rumah yang digunakan terlihat sederhana dan tidak berlebihan. Hal yang sama juga berlaku pada bagian dekorasi rumah.

4. Industrial


Kata “industrial” pada interior rumah sebenarnya terinspirasi oleh bangunan gudang. Oleh sebab itu, interior ini menggunakan elemen-elemen yang tidak dilapisi lagi. Bahan material seperti batu bata, kayu, serta saluran pipa dapat kita lihat secara langsung pada interior industrial. Ciri lainnya pada gaya industrial ialah langit-langit yang tinggi, penggunaan kayu tua, serta lampu dari logam yang menggantung di langit-langit. Kita juga dapat menggantungkan foto atau lukisan pada bagian dinding untuk menambahkan aksen pada warna netral.

5. Pertengahan Abad Modern


Gaya pertengahan abad modern diadaptasi dari gaya desain pada pertengahan tahun 1900, tepatnya tahun 1950 dan 1960an. Terdapat nostalgia pada desain abad pertengahan modern serta beberapa elemen minimalis. Gaya ini juga menggunakan bentuk-bentuk natural seperti kursi berbentuk telur, desain kontemporer, serta pola yang sederhana.

6. Skandinavia


Gaya Skandinavia menggambarkan kesederhanaan yang terdapat pada negara-negara Nordik. Meskipun sederhana, furniture pada interior Skandinavia seringkali terasa seperti karya seni. Jadi, elemen-elemen di interior Skandinavia digunakan secara efektif. Karakteristik lainnya pada gaya ini ialah penggunaan warna putih sebagai warna dominan. Terdapat juga elemen natural seperti kayu, aluminium, serta baja.

7. Tradisional


Interior rumah bergaya tradisional memperikan tampilan klasik pada rumah. Selain itu, terdapat juga furniture yang mewah serta aksesoris interior yang banyak. Gaya tradisonal ini pada awalnya berkembang dari Benua Eropa. Biasanya, desain interior tradisional menggunakan kayu-kayu berwarna gelap, tekstur bervariasi, serta garis-garis kurva.

8. Transisional


Gaya transisional pada interior rumah merupakan salah satu gaya yang populer. Gaya ini mengambil konsep dari gaya tradisional maupun gaya modern. Hasil akhir desain transisional akan memperlihatkan penggunaan ruangan yang seimbang. Desain transisional dapat menggunakan bahan material modern seperti baja dan kaca. Kedua bahan material ini dapat disatukan sehingga memberikan tampilan interior yang mewah. Sementara itu, desain tradisional terlihat pada warna netral yang memberikan kesan nyaman. Selain itu, warna netral juga menampilkan kesan yang bersih, hangat, serta terbuka.

9. French Country


Suasana hangat dan penggunan warna-warna bumi menjadi ciri gaya interior French Country. Digunakan juga ornamen-ornamen dari kayu. Gaya interior ini sebenarnya terinspirasi oleh rumah-rumah petani di Perancis. Pada interior rumah, kita dapat menambahkan warna merah yang memberikan kesan hangat dan halus. Selain itu, warna kuning maupun emas juga cocok digunakan pada gaya interior ini.

10. Bohemian


Bohemian merupakan salah satu gaya yang populer pada desain interior rumah. Gaya ini merefleksikan gaya hidup yang bebas yang mengikuti keinginan pemilik rumah. Namun, gaya bohemian tetap memiliki prinsip-prinsip tersendiri yang dapat diterapkan. Misalnya seperti furniture bergaya vintage maupun perlengkapan berwarna cerah. Pada bagian tekstil dan karpet, kita dapat menggunakan motif sesuai keinginan kita. Selain itu, kita juga dapat memajang koleksi-koleksi kita maupun barang-barang antik yang kita temui di pasar loak.

11. Rustic


Desain interior rustic terinspirasi dari elemen-elemen natural. Tidak heran, interior ini menggunakan bahan-bahan yang tidak dilapisi lagi seperti kayu maupun batu. Desain rustic dapat dibuat dari langit-langit yang membentuk kubah maupun tiang-tiang kayu. Namun, kini banyak juga interior rustic yang dipadukan dengan desain dan dekorasi modern.

12. Shabby Chic


Shabby chic merupakan gaya interior yang terinspirasi oleh gaya vintage. Namun, berbeda dengan gaya bohemia dan gaya lainnya, shabby chic terlihat lebih halus dan feminim. Warna cat pada interior shabby chic umumnya menghasilkan kesan yang antik. Selain itu, interior ini juga sering menggunakan warna putih, krem, serta warna-warna pastel. Ornamen shabby chic dapat digantungkan di bagian dinding sehingga memberikan nuansa feminim yang kental.

13. Hollywood Glam


Hollywood Glam merupakan gaya desain interior yang terinspirasi dari kawasan Hollywood. Gaya interior ini terlihat mewah, menawan, serta glamor. Desain interior ini dapat dipadukan dengan desain gaya Victoria. Contohnya ialah barang-barang mewah, sofa velvet, serta barang-barang antik. Umumnya, gaya Hollywood Glam menggunakan warna-warna tegas seperti merah, ungu, serta turkis.

14. Coastal


Gaya coastal merupakan gaya yang terinspirasi dari pantai. Tidak heran, gaya ini menggunakan warna-warna yang halus dan cerah. Warna tersebut juga dikombinasikan dengan warna-warna sejuk seperti biru dan hijau. Barang-barang yang digunakan seringkali berwarna putih maupun beige. Sementara itu, interior coastal juga dapat menggunakan elemen kayu maupun aksesoris yang berhubungan dengan pantai. Misalnya seperti bantal berpola biru dan putih, sofa putih, serta kayu yang dicat putih.

Sumber: https://rocheledecorating.com.au/14-most-popular-interior-design-styles-explained/

Popular Posts